M35Post.com // Mataram – Agam Rinjani kini menjadi sorotan, dia dan tim SAR Gabungan berhasil melalui berbagai rintangan, menundukkan tebing, mengevakuasi tubuh pendaki wanita asal Brasil Juliana de Souza Pereira Marins (27), yang terperosok masuk ke jurang Gunung Rinjani dan meninggal dunia.
Upaya Agam Rinjani mendapat perhatian publik usai dirinya membagikan video proses evakuasi jenazah Juliana dari dasar jurang dengan kedalaman sekitar 600 meter.
Melalui akun Instagramnya @agam_rinjani, dirinya sempat mengunggah story dan menceritakan bagaimana dirinya sampai menginap di pinggir tebing saat proses evakuasi berjalan.
“Kami menginap di pinggir tebing yang curam 590 meter bersama Juliana 1 malam dengan memasang ancor supaya tidak ikut meluncur lagi 300 meter,” tulisnya, Kamis (26/6/2025).
Saat itu juga, Agam membagikan cerita saat dia dan teman relawan bermalam di tebing bersama Juliana yang tengah dievakuasi melalui unggahan akun Instagramnya.
“Setelah memastikan kondisi korban telah meninggal kami gabungan team relawan menjaga korban dan bermalam di tebing vertical yang curam dan kondisi bebatuan yang labil berjarak 3 meter dari korban, sambil menunggu team yang lain untuk mengangkat korban dari atas,” tulisnya lagi.
Baca juga : Selamat Tahun Baru Islam, Lihat Sejarah Kalender Hijriah
Agam Rinjani alias Abdul Haris Agam., pemilik sertifikat Vertical Rescue Kecelakaan Pendaki Lereng Gunung Rinjani, dalam sebuah wawancara mengaku sudah ratusan kali mendaki Gunung Rinjani.
Dalam video yang diunggah akun X @aingrewhuy, Agam menyampaikan permohonan maaf kepada seorang perempuan yang diduga keluarga Juliana.
“Minta maaf karena tidak bisa membawa Juliana pulang dengan selamat, karena kondisi medan yang berat dan terlalu jauh ke bawah.” Ujar Agam Dalam video tersebut. (srenggolo)







