M35Post.com / Jakarta – 1 orang Mata Elang [Matel] tewas, satunya lagi luka berat. Pengeroyokan dua debt collector ini terjadi di Kalibata, Jakarta Selatan (Jaksel).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sebagai balasannya, sekelomlok orang yang diduga adalah rekanan matel tersebut membakar warung dan sepeda motor milik warga di lokasi pengeroyokan.

“Akibat dari pengeroyokan itu yang menimbulkan satu meninggal dunia dan satu luka berat itu, nah, tiba-tiba ada sekelompok massa yang datang setelah maghrib itu, datang langsung merusak, karena dikeroyoknya di TKP di sini,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis (11/12/2025).

“Jadi, akhirnya di sini sasaran daripada kelompok massa itu. Mungkin dari kelompok mereka (korban matel) yang datang menyerang, membabi buta, merusak warung yang ada di sini,” lanjut Nicolas.

Kompas merilis kejadian bermula ketika korban dan seorang rekannya menghentikan laju pengendara sepeda motor di Jalan Raya Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.

“Awal mulanya ada seorang pengendara motor ya saat melintas diberhentikan oleh teman-teman dari debt collector,” kata Kapolsek Pancoran Kompol Mansur kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis malam.

Kemudian, dari arah belakang, sekitar lima orang yang berasal dari dalam sebuah mobil datang membantu pengendara motor tersebut.

Mereka kemudian mulai mengeroyok kedua orang yang diduga mata elang itu.

“Dengan sporadis pengguna mobil tersebut langsung memukul dari kawan-kawan debt collector ini. Kurang lebih 4-5 orang pengguna mobil tersebut yang sama-sama jalan dengan pengendara motor satu arah,” jelas dia.

Kedua korban kemudian diseret ke pinggir, tepat di bawah tenda pedagang kaki lima (PKL).

Setelah itu, para pelaku langsung melarikan diri, meninggalkan korban tergeletak di lokasi.

“Yang mukul langsung kabur dengan begitu cepat,” kata Mansur.

Sementara Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly menjelaskan, kericuhan yang terjadi ini menimbulkan kerugian materiil.

Baca juga : Pelanggaran, Debt Collector CIMB Niaga Finance Rampas Mobil Debitur

Namun dia memastikan tidak ada korban jiwa dari kericuhan yang terjadi pasca pengeroyokan dua matel ini.

“Korban jiwa (akibat kericuhan) tidak ada. Yang ada korban material. Warung, ada beberapa warung yang rusak. Dan sepeda motor ojek yang ngangkut barang-barang itu dibakar,” jelas Nicolas.

Dia menyebut, saat ini pihaknya pun tengah melakukan penyisiran untuk mengetahui pihak mana saja yang melakukan kericuhan pasca pengeroyokan.

Dia juga memastikan akan mengusut tuntas kasus pengeroyokan debt collector  yang menimbulkan korban jiwa maupun luka dari pihak matel.

“Ya, kita akan melakukan penyisiran. Kita akan melihat kelompok-kelompok mana yang ada supaya mereka segera bubar,” terang Nicolas.

“Pada intinya, kita akan berusaha keras untuk menangani dua perkara ini. Yang pertama adalah penganiayaan mengakibatkan meninggal dunia dan luka berat. Dan yang kedua adalah kasus pengerusakan atau pembakaran,” imbuh dia.

Dia turut menjelaskan bahwa situasi di lokasi saat ini sudah kondusif. Dia mengatakan warga tidak perlu khawatir karena tim kepolisian terus bekerja untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.

“TKP sudah kondusif, aman terkendali. Personel Polri dari Brimob Kwitang dan juga dari Sat Samapta. Dari Direktorat Samapta Polda serta Sat Samapta Polres dan juga Polsek sudah berada di TKP. Dan kita mengamankan TKP ini dan kami berharap warga masyarakat tidak lagi khawatir,” tutur Nicolas.

“Silakan beraktivitas seperti sedia kala. Kasus ini sudah ditangani oleh Polri. Kami berharap warga masyarakat jangan main hakim sendiri. Segala sesuatu tolong dilaporkan untuk ditangani secara hukum yang berlaku di Indonesia,” pungkasnya.

Mata elang (Matel) adalah istilah yang umum dipakai di Indonesia untuk menyebut sekelompok penagih utang / debt collector khusus yang bekerja mengejar kendaraan bermotor kredit

Wartawan : Agus Sukamto

80 / 100 Skor SEO