M35Post.com // Surabaya – Misno, atau akrab disapa Mbah No, warga Weringin Kurung, Menganti, Gresik, tewas tertabrak Kereta Api Gumarang jurusan Jakarta–Surabaya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kontan saja, suasana duka menyelimuti warga Babat Jerawat, Surabaya, korban ditemukan tidak bernyawa di area rel kereta kawasan itu pada Kamis pagi pukul 08.45 WIB. (7/8/2025).

Tragedi ini sontak mengundang perhatian banyak pihak.

Tim gabungan dari berbagai instansi langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan identifikasi awal.

Kapolsek Pakal beserta jajaran (Kanit Intel, Kanit Reskrim, dan anggota Polsek sertaTim Inafis Polrestabes Surabaya, Polsus Kereta Api, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Babat Jerawat, Kasi Bangtib Kelurahan Babat Jerawat, Projopati Kelurahan Babat Jerawat, BPBD Kota Surabaya, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya, Satpol PP Kota dan Kecamatan Pakal, Keamanan PT Kereta Api (Security KA) segera tiba di Lokasi.

Baca juga : Adu Banteng, Pelajar Bermotor asal Sampang Tewas

Korban yang diperkirakan berusia sekitar 60 tahun dikenal warga sekitar sebagai pencari burung liar di kawasan persawahan Babat Jerawat.

Menurut informasi dari warga setempat, Mbah No kerap terlihat di area rel dan persawahan sejak pagi hari untuk mencari burung, aktivitas yang sudah dilakoninya selama bertahun-tahun.

Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwajib masih melakukan investigasi dan mengumpulkan keterangan saksi untuk memastikan kronologi pasti kejadian naas ini.

Menurut informasi awal dari kepolisian, korban kemungkinan besar tidak menyadari datangnya kereta api saat melintasi jalur rel.

Dugaan kuat menyebutkan bahwa korban sedang fokus mencari burung di sekitar area rel, yang membuatnya tidak waspada akan kedatangan KA Gumarang dengan kecepatan tinggi.

Kapolsek Pakal menghimbau kepada seluruh warga agar lebih berhati-hati dan tidak beraktivitas terlalu dekat dengan jalur kereta api, mengingat risiko yang sangat besar dan sudah banyak memakan korban jiwa.

“Kami turut berduka cita atas kejadian ini. Semoga menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar lebih waspada dan tidak menjadikan rel kereta sebagai tempat aktivitas sehari-hari,” ujar salah satu petugas di lokasi.

Pihak keluarga yang telah dihubungi mengaku sangat terpukul atas kejadian ini.

Warga sekitar juga menyampaikan duka mendalam karena mengenal korban sebagai sosok yang ramah dan sederhana.

Kasus ini kini ditangani oleh Polrestabes Surabaya untuk pendalaman lebih lanjut, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian maupun teknis di lokasi lintasan rel. (slamet)

81 / 100 Skor SEO