M35Post.com // Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan, Pemerintahannya siap membantu uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa dari keluarga kategori Desil 1-5.yang kuliah di perguruan tinggi swasta (PTS).
Eri Cahyadi menyampaikan hal tersebut setelah menggelar pertemuan dengan para rektor yang tergabung dalam Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (ABP-PTSI) Jawa Timur.
Eri Cahyadi mengaku prihatin mendengar banyak mahasiswa berasal dari keluarga prasejahtera yang masuk PTS kesulitan biaya dalam menempuh pendidikannya.
Ia juga mengatakan bahwa dalam waktu dekat pemkot akan merevisi ulang Peraturan Wali Kota (Perwali) lama tentang Tata Cara Pemberian Beasiswa.
“Berarti, yang seharusnya saya sentuh sesuai dengan janji sumpah saya sebagai wali kota adalah mengentaskan kemiskinan dan membantu orang miskin, bukan membantu segelintir orang yang kaya. Maka, saya juga harus membantu yang berada di PTS sehingga anak ini bisa menjadi sarjana dan mengubah nasib keluarganya,” kata Eri Cahyadi, Minggu (25/1/2026), dikutip dari Kempalan
Scroll Untuk Lanjut Membaca
Eri menerangkan, berdasarkan temuan dari para rektor, jumlah mahasiswa yang masuk kategori keluarga miskin di PTS mencapai ratusan.
Dia mencontohkan, seperti di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA), jumlahnya mencapai sekitar 300 orang mahasiswa.
Baca juga : Agus Sukamto Spesialis Service Radiator dan Pengelasan Surabaya Barat
Oleh sebab itu, Eri meminta kepada jajaran Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya untuk segera melakukan sinkronisasi data, antara Pemerintah Kota (Pemkot) dengan PTS.
“Berarti kan banyak. Maka di situlah nanti saya meminta data-data yang dari PTS, mahasiswa-mahasiswanya yang masuk Desil 1-5 tidak mampu, kami cocokkan dengan data kami. Setelah cocok akan diberikan bantuannya,” terangnya.
Dia menyampaikan, setelah sinkronisasi data mahasiswa PTS dari Desil 1-5 selesai dilakukan, Pemkot Surabaya bisa segera memberikan bantuan UKT.
Bantuan UKT tidak hanya diberikan kepada mahasiswa PTS yang baru saja, akan tetapi juga diberikan kepada mahasiswa aktif yang tidak mampu.
“Jadi tidak hanya yang baru saja, tapi yang masih kuliah kemudian tidak bisa membayar (uang) kuliah dan masuk Desil 1-5, akan kita tutup UKT-nya. Sehingga ini bisa menggerakkan (program) Satu Keluarga Miskin, Satu Sarjana di Surabaya,” tuturnya.
Cak Eri menambahkan, UKT gratis untuk mahasiswa tidak mampu yang masuk ke dalam Desil 1-5 tidak dibatasi kuota.
Selain itu, Pemkot Surabaya juga membebaskan calon mahasiswa baru untuk memilih masuk PTS manapun di Kota Surabaya.
“UKT adalah urusan pemerintah dengan perguruan tinggi, yang pasti nanti anak ini mau masuk manapun terserah. Tapi, saya mengajarkan kejujuran, melalui apa yaitu tes, apakah itu SNBT, SNBP, atau tes yang berada di swasta sehingga mereka punya peluang yang sama. Dan pada akhirnya pemerintah itu memang betul-betul hadir untuk orang yang tidak mampu,” tambahnya.
Apa Itu DESIL?
DESIL adalah pembagian kelompok masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan, dimulai dari yang paling miskin hingga paling sejahtera.
DESIL terbagi menjadi 10 tingkat, dengan rincian sebagai berikut:
1. Desil 1: Sangat Miskin
2. Desil 2: Miskin
3. Desil 3: Hampir Miskin
4. Desil 4: Rentan Miskin
5. Desil 5: Pas-pasan
6–10: Menengah ke atas (tidak diprioritaskan untuk bansos)
Pengaruh DESIL terhadap Bansos
Kelompok dengan Desil 1 sampai 4 adalah prioritas utama penerima semua jenis bantuan sosial, seperti:
Program Keluarga Harapan (PKH)
Program Sembako (BPNT)
Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK)
Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI)
Bansos lain dari Kemensos
Sementara itu, Desil 5 masih dapat menerima sebagian bantuan, namun sifatnya terbatas dan selektif berdasarkan asesmen.
( slamet )







