M35Post.com // SURABAYA, – Moch Taufik, S.I.Kom., S.H., M.H., ( Bung Taufik ), Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat ( DPP ) Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madura Asli Sedarah (Madas) membantah keterlibatan organisasinya dalam dugaan pengusiran paksa Nenek Elina Widjajanti (80) dari rumahnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bung Taufik menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut, namun dia juga menegaskan tidak ada kaitan antara peristiwa itu dengan Madas.

“Kami sesali dan saya pribadi sebagai Ketua Umum Madas sangat prihatin dengan kejadian ini. Kami sangat tidak setuju dengan tindakan-tindakan seperti itu,” ujarnya saat dikonfirmasi, minggu (28/12/2025).

Peristiwa yang terjadi pada Agustus 2025 itu sempat viral di media sosial, menuai kecaman publik, dan mendapat perhatian Wakil Wali Kota Surabaya Armuji.

Bung Taufik menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar lima bulan lalu dan tidak melibatkan organisasi yang dipimpinnya.

“Namun, kejadian itu terjadi pada Agustus 2025. Artinya, kurang lebih lima bulan lalu dan tidak ada sama sekali kaitannya dengan Madas,” katanya.

Menurut dia, tidak ada atribut Madas yang digunakan dalam peristiwa itu.

Termasuk, lanjut Bung Taufik, oleh sosok berinisial MY yang belakangan disebut-sebut sebagai anggota Madas.

“Saya sudah memanggil yang bersangkutan, inisial MY. Pada saat kejadian, dia belum menjadi anggota kami. Dia baru menjadi anggota mitra SK pada Oktober 2025,” jelasnya.

Ia menyebut Madas telah melakukan klarifikasi internal melalui Mahkamah Kehormatan Etik organisasi.

Hasilnya, MY tidak membawa nama ormas dan tidak mengenakan atribut Madas saat kejadian.

“Dia sudah kami nonaktifkan sementara sambil menunggu proses hukum. Kami tidak menoleransi tindakan amoral, premanisme, dan arogansi,” ucap Taufik.

Taufik juga membantah tudingan bahwa pelaku mengaku sebagai anggota Madas atau menggunakan atribut organisasi.

“Katanya ada atribut Madas. Di mana? Dia pakai baju merah, iya, tetapi tulisannya ‘Gong Xi Fatcai 2025’. Tidak ada atribut Madas sama sekali,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak-pihak lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut merupakan orang luar yang dibawa oleh seseorang bernama Samuel.

“Yang lain itu bukan orang Madas, itu orang-orang luar. Jadi, framing yang menyebut Madas terlibat itu tidak benar,” katanya.

Terkait kabar kunjungan ke rumah Nenek Elina, Taufik membenarkan perwakilan Madas sempat mencoba menemui korban sebagai bentuk empati, namun tidak diterima.

“Kami punya tanggung jawab secara moral, tetapi karena beliau tidak berkenan, santunan itu kami salurkan kepada warga tidak mampu,” jelasnya.

Taufik menegaskan, secara organisasi Madas menolak segala bentuk premanisme dan mendukung proses hukum berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Baca juga : Ucapan Selamat untuk Bung Taufik Redaksi Titip Pendidikan Warga Madura

Bung Taufik menjabat ketua umum organisasi ini pada periode 2025–2030.

Pria ini menempuh pendidikan Sarjana Ilmu Komunikasi dan Sarjana Hukum, kemudian melanjutkan pendidikan S2 dengan gelar Magister Hukum ( M.H ).

( Slamet )

75 / 100 Skor SEO