M35Post.com // Sampang – Pengerjaan proyek pembangunan dinding penahan tanah (DPT) di ruas Jalan Halim Perdanakusuma atau jalan lingkar selatan (JLS) Sampang, oleh CV. Muncul Jaya Sejati dengan nilai kontrak Rp341.964.000, menurut jatimnet.com terkesan asal-asalan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Akibatnya, Proyek DPT JLS itu mendapat sorotan dari masyarakat.

Salah satu pemicunya, penggunaan material yang diduga tidak sesuai spesifikasi.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang melakukan pantauan, menemukan beberapa indikasi kejanggalan dalam pengerjaan proyek fasilitas kelengkapan jalan tersebut.

Cholil Abdillah, salah seorang aktivis LSM di Sampang menjelaskan bahwa indikasi pertama adalah material batu yang digunakan sebagai konstruksi bukan batu gunung yang kokoh. Namun, batu gunung yang mudah rapuh, dikutip dari jatimnet.com.

Baca juga : Pengelolaan Dana BOS di SMKN 1 Sampang Diduga Menyimpang

Selain itu, galian tanah untuk fondasi bangunan juga terlihat dangkal sehingga dianggap berpotensi mempengaruhi kekuatan dan ketahanan DPT dalam jangka panjang.

“Kalau bahan material proyek yang dipakai seperti itu bagaimana bangunan mau kokoh,” ujar Cholil Abdillah, dilansir dari jatimnet.com Jumat 11 Juli 2025.

Cholil menilai pengerjaan proyek tersebut dilakukan secara terburu-buru dan tidak memperhatikan detail proyek.

Ia menyebut, rekanan pelaksana proyek lebih mementingkan keuntungan atau keuntungan yang akan didapat daripada mengutamakan kualitas pekerjaan.

Cholil mendesak agar pemangku kepentingan terkait lebih mengintesifkan pemantauan pelaksanaan proyek.

Tujuannya kata Cholil, agar fasilitas yang dibangun memiliki kualitas tinggi.

“Dinas terkait dan konsultan harus intens melakukan pengawasan terhadap pengerjaan proyek tersebut agar pembangunan berjalan maksimal dan sesuai ketentuan,” ujar Cholil.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sampang Zahron Wiami belum bisa memberikan keterangan terkait program pembangunan DPT di Jalan Halim Perdanakusuma.

Ia mengaku sedang mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat).

“Mohon maaf, saya lagi diklat. Konfirmasi ke Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pak Amirul (saja),” ujarnya.

Sayangnya, hingga berita ini masuk ke meja redaksi PPTK Dinas PUPR Sampang Amirul Kusnan juga belum bisa dikonfirmasi.

Diberitakan oleh jatimnet.com, saat wartawan tiba di kantornya, Amirul tidak berada di tempatnya.

Salah seorang pegawai di ruangan Bidang Bina Marga mengatakan bahwa yang bersangkutan sedang ada keperluan di luar kantor.

Pesan singkat yang dikirim wartawan melalui sambungan telepon seluler juga tidak direspon oleh Amirul.  (slamet)

77 / 100 Skor SEO