M35Post.com // Surabaya – Pemerintah Kota ( Pemkot ) Surabaya menggelar Doa bersama dan deklarasi anti premanisme sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan, ketertiban, serta keharmonisan sosial di Kota Surabaya.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Kota Surabaya, Jalan Taman Surya Nomor 1, Surabaya, pada Rabu, 31 Desember 2025, mulai pukul 10.00 hingga 11.45 WIB.
Pelaksanaan Doa Bersama dan Deklarasi Anti Premanisme yang digelar Kegiatan tersebut diinisiasi langsung oleh Wali Kota Surabaya sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam menciptakan suasana kota yang aman, damai, dan bebas dari praktik premanisme.
Dalam kegiatan tersebut, hadir berbagai unsur strategis dari kepala-kepala instansi keamanan negara, unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, perwakilan lintas suku dan kebudayaan bangsa, tokoh lintas agama, termasuk perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan elemen umat Islam. Selain itu, turut hadir perwakilan Ormas, LSM, organisasi bela diri, mahasiswa, hingga komunitas ojek online (ojol) yang selama ini menjadi bagian penting dalam aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Surabaya.
Rangkaian acara diawali dengan Menyanyikan lagu Indonesia Raya, Selanjutnya, disampaikan sambutan dan arahan dari para pimpinan unsur keamanan dan tokoh masyarakat yang menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam menolak segala bentuk premanisme yang dapat meresahkan warga.
Deklarasi Surabaya Bersatu, Do’a bersama yang dipanjatkan demi keselamatan, persatuan, dan ketenteraman Kota Surabaya.
Wali Kota Surabaya dalam arahannya menegaskan bahwa deklarasi anti premanisme bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata komitmen bersama untuk menjaga Surabaya sebagai kota yang ramah, aman, dan menjunjung tinggi nilai toleransi serta hukum.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menciptakan lingkungan yang kondusif, saling menghormati, dan menjauhi tindakan kekerasan maupun intimidasi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pihak yang terlibat dapat memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam mendukung suksesnya pelaksanaan doa bersama dan deklarasi anti premanisme pada hari ini.
Bcca juga : Nunggak Uang Korlas, 3 Siswa SDN Ketabang Tak Dapat Buku
Pemerintah Kota Surabaya juga berharap kegiatan ini mampu menjadi momentum penguatan persatuan lintas suku, agama, dan golongan dalam menjaga keutuhan serta ketertiban di Kota Pahlawan.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, hingga komunitas pekerja, Surabaya diharapkan terus menjadi kota yang aman, damai, dan bebas dari premanisme demi kenyamanan seluruh warganya.
Pewarta : Agus Sukamto





