M35Post.com // Surabaya – Membela harkat dan martabat, puluhan Wartawan Kota Surabaya menggeruduk Kantor Satuan Polisi Pamong Praja [ Satpol-PP ] untuk menyuarakan keadilan terkait rekan sejawatnya yang dituduh mencuri kabel dan viral melalui vidio YouTube berdurasi 181 detik.
Oknum Anggota Satpol PP kota Surabaya diduga menyebarkan Vidio tersebut.
Imam Arifin, Ketua Frast Respon Indonesia Center (FRIC) Jawa Timur, mengatakan pihaknya menuntut penyebar vidio yang mengatakan wartawan mencuri kabel, segera ditindak dan dicopot jabatannya.
“Kami solidaritas wartawan dari Kota Surabaya, menuntut agar Kasatpol-PP Kota Surabaya, Bapak Zaini segera mencopot oknum Satpol-PP yang menyebarkan vidio hoaks tersebut,” kata Imam dalam orasinya, Senin (22/12/2025).
Imam berharap, Kasatpol-PP Kota Surabaya, tidak tebang pilih dalam mengambil langkah dan harus secara transparan memberikan teguran keras terhadap oknum anggotanya
Secara gamblang Imam mengutarakan, dirinya akan membuat aduan ke Mapolrestabes Surabaya, terkait sebaran vidio hoaks melalui platform media sosial yang membuat gaduh dikalangan insan Pers di Indonesia itu.
“Harapan kami, aduan yang nantinya kita lakukan, Polrestabes Surabaya harus bertindak profesional dan tidak tebang pilih dalam menangani perkara ini, agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ucapnya.
Hingga pemberitaan ini dipublikasikan ke media massa, Satpol-PP Kota Surabaya belum memberikan keterangan apapun.
Sebelumnya, ada isu dan kejadian di Surabaya, wartawan dituduh terlibat pencurian kabel Telkom/PJU.
Sementara polisi terus menangkap pelaku pencurian kabel yang marak, termasuk beberapa yang diduga wartawan.
Aksi pencurian itu kata Polisi dirilis dari flatform sosial, menyebabkan kerugian besar dan padamnya penerangan.
Baca juga : Petani Way Kanan Resah Marak Pencurian Getah Karet
Polrestabes Surabaya berhasil menangkap sejumlah pelaku pencurian kabel Telkom dan PJU, termasuk yang diduga wartawan (berinisial M, MD, FY, dll.), yang beraksi di berbagai lokasi seperti Bubutan, Pacar Kembang, dan Sidoyoso.
Polisi menyita alat potong, linggis, hingga kabel curian, dan pelaku mengaku menjual tembaga untuk kebutuhan hidup.
Sementara dirilis dari media sosial, inisial G yang disebut-sebut terlibat, membantah ikut mencuri dan mengaku hanya datang ke lokasi setelah mendapat info ada penarikan kabel.
Isu ini mencakup dua sisi, kasus kriminal pencurian kabel yang melibatkan sejumlah orang (termasuk dugaan wartawan), dan reaksi dari komunitas pers yang menuntut keadilan atas tuduhan palsu (hoaks) yang menyerang profesi mereka.
Redaksi minta Satpol PP dan Polrestabes harus bergerak cepat dan melakukan klarifikasi tentang kebenaran isu pencurian kabel itu.
Pewarta : Agus Sukamto







