M35Post.com // Bogor – Wartawan atau Insan Pers seperti Surya Mentari yang menerangi semua ruang gelap di Republik Indonesia. Langkahnya kuat dan pasti, guna meneliti serta mengontrol kegiatan sosial di tengah Masyarakat.
Tugas Wartawan / Insan Pers sangat berat sepanjang sejarah. Menguak semua praktek busuk dan korup di setiap ruang rendah dan ruang tinggi.
Membongkar bisik bisik di balik tembok birokrasi yang bermaen di kubangan air kotor para oknum tikus tikus kantor.
Juga menerobos gedung gedung besar menjulang tinggi dengan nama nama Lembaga atau Departemen yang di dalamnya ada saja oknum tikus berdasi yang menyeret uang Negara Relublik Indonesia.
Baca juga : Geliat Organisasi Pers FPII di Kota Pahlawan
Tikus tikus oknum kantor dan oknum Berjas Pejabat atau oknum Tikus Berdasi yang selalu mengikuti hasrat keserakahannya untuk mencuri uang rakyat dan jelas merugikan Negara Republik Indonesia.
Inilah tugas berat INSAN PERS yang sering disebut WARTAWAN BODREK oleh banyak oknum yang merasa tidak nyaman ketika diberitakan sampai viral.
Tugas Insan Pers sangat berat dari semenjak Republik Indonesia ini ada.
Pena dari Pemilik KTA Pers harus mampu menembus dinding tebal di balik ketatnya pengawasan.
Selalu saja ditemukan tikus tikus yang menjadi penyakit di luar dan di dalamnya.
Karena banyak anggaran yang sudah di godok oleh para Kepala Daerah kemudian bocor dikorupsi.
Tidak bisa disangkal bahwa oknum tikus berbaju pegawai Negara ada saja yang mencari kesempatan memperkaya kelompoknya sendiri.
Inilah tugas berat INSAN PERS yang sering disebut WARTAWAN BODREK oleh banyak oknum yang merasa tidak nyaman ketika diberitakan sampai viral
Tugas Insan Pers Semakin Berat dari kampung sampai kota besar.
Membongkar banyak sarang sarang tikus di balik dinding dan atap para oknum desa atau oknum sekolah serta oknum ekspektorat, PUNGLI KOLUSI KORUPSI masih tercium di mana mana.
Ketidak keberdayaan Masyarakat melihat kusutnya sistem peraturan atau sistem abu abu hukum. Juga sistem permaenan Asal Bapak Untung (ABU) dan dibiarkan Negara ini rugi……… bersambung (Slamet)






